Menjelang Natal, pada tanggal 20 Desember 2014 hari Sabtu, JCK bergabung dengan Joshua Project dari Estafet Ministry, mengadakan kunjungan ke Sekolah Minggu anak-anak pemulung di Pulo Gebang.
Sekolah minggu ini brada di Jl. Pulo Gebang Indah Selatan No. 96z. Jakarta Timur. Dibawah pimpinan Bp. Yohannes Theo. Telp 8361,2711. Ada sekitar 120 anak yang aktif dalam sekolah Minggu ini.
Seperti biasanya kami mengunakan bis. Diperjalanan kami mendapatkan informasi bahwa pengunjungnya membludak. Anak-anak dari kampung sekitar yang tidak mengikuti sekolah Minggu, ikut datang berkumpul, sehingga anggota dari Joshua Project harus menyiapkan bingkisan tambahan dan dadakan.
Setiba di lokasi, kami melihat banyak anak-anak beserta orang tua yang sudah memenuhi area menuju ke sekolah minggu. Setelah mereka diberikan bingkisan dan dibubarkan, kami baru berkosentrasi untuk anak-anak yang sedang sekolah Minggu.
Untuk para
partisipan & donatur yg sudah menyisihkan berkatnya &
mempercayakan JCK sbagai wadah untuk menyalurkan kasihnya.. kami
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.. Kiranya Bapa disurga
membalas smua kebaikan kalian.
Monday, March 23, 2015
Wednesday, December 17, 2014
JCK: Panti Asuhan Putra Asih
Pada bulan September, tepatnya tanggal 6 Sept 2014, hari Sabtu; JCK mengadakan kunjungan ke Panti Asuhan Putra Asih yang beralamat di Jl. Shohip Abdul Aziz No. 8. Suka Asih. Tangerang 15111. Telp 552.3984 / 5576.5777
Rumah panti asuhan ini adalah yang biasa dikunjungi oleh alm ibu Lanny Gozali (mama/tante/oma kami) pada saat bulan puasa.
Karena lokasinya berdekatan dengan dimana kami berdomisili, kami berkunjung dengan mengunakan 4 kendaraan pribadi (tanpa menyewa bus); dan seperti biasanya kebrangkatan kami di awali dengan doa bersama.
Kedatangan kami di sambut oleh pengurus & anak-anak panti, kemudian kami berkumpul di aula bagian depan. Selain apa yang dibutuhkan oleh anak-anak panti, yang berusia antara 6 s/d 18, kami juga membawa makan siang.
Kehangatan, kebersamaan & kebersihan yang dimiliki panti ini
membuat kami betah duduk dilantai berlama-lama & berbincang-bincang.
KASIH tidak mengenal perbedaan.. tidak dibatasi oleh warna kulit & tidak ditemboki oleh agama.. Kasih adalah sifat & karakter Sang Pencipta.. Jika kita mencitai-Nya.. kitapun harus mempunyai sifat & karakter yang sama.
Untuk para partisipan & donatur yg sudah menyisihkan berkatnya & mempercayakan JCK sbagai wadah untuk menyalurkan kasihnya.. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.. Kiranya Bapa disurga membalas smua kebaikan kalian.
Rumah panti asuhan ini adalah yang biasa dikunjungi oleh alm ibu Lanny Gozali (mama/tante/oma kami) pada saat bulan puasa.
Karena lokasinya berdekatan dengan dimana kami berdomisili, kami berkunjung dengan mengunakan 4 kendaraan pribadi (tanpa menyewa bus); dan seperti biasanya kebrangkatan kami di awali dengan doa bersama.
Kedatangan kami di sambut oleh pengurus & anak-anak panti, kemudian kami berkumpul di aula bagian depan. Selain apa yang dibutuhkan oleh anak-anak panti, yang berusia antara 6 s/d 18, kami juga membawa makan siang.
KASIH tidak mengenal perbedaan.. tidak dibatasi oleh warna kulit & tidak ditemboki oleh agama.. Kasih adalah sifat & karakter Sang Pencipta.. Jika kita mencitai-Nya.. kitapun harus mempunyai sifat & karakter yang sama.
Untuk para partisipan & donatur yg sudah menyisihkan berkatnya & mempercayakan JCK sbagai wadah untuk menyalurkan kasihnya.. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.. Kiranya Bapa disurga membalas smua kebaikan kalian.
Friday, November 8, 2013
JCK: Sayap Ibu Bintaro
Pada awal bulan November 2013 tepatnya tanggal 3 hari Minggu, JCK mengadakan kunjungan ke Yayasan Sayap Ibu Bintaro di Jl. Raya Graha Bintaro No. 33 D. Pondok Kacang Barat Bintaro.
Tidak seperti yayasan Sayap Ibu Barito, yang pernah JCK kunjungi pada September 2012, yayasan Sayap Ibu Bintaro ini khusus untuk menampung anak-anak penyandang cacat yang terlantar.
Kunjungan JCK ke Yayasan Sayap Ibu Barito
Sekilas tentang Yayasan Sayap Ibu Bintaro.
Yayasan Sayap Ibu - Video News Release from CommPR@SGU on Vimeo.
Seperti biasa kami berkumpul di rumah Mr. Benny, walo beliau sedang brada di luar negeri untuk berobat, tapi tidak merubah kebiasaan kami untuk tetap menggunakan rumahnya sebagai tempat kebrangkatan dalam melaksanakan kegiatan sosial JCK.
Dengan 27 partisipan kami brangkat menggunakan bus sekitar jam 8 pagi yang diawali dengan doa oleh Irvan. Namun perjalanan harus tertunda kurang lebih 1 jam karena bus yang kami gunakan mogok, tidak jauh dari lokasi kebrangkatan dan harus menunggu bus pengganti; tapi situasi itu tidak mengganggu sukacita kami, dan kami menikmati keadaan itu dengan berfoto-foto ria di jalan komplek perumahan.. :D
Kami tiba di yayasan sekitar jam 10 kurang yang disambut dengan hangat oleh ibu Ayu dan beberapa anak-anak yayasan beserta pengurus/perawatnya.
Ibu Ayu membawa kami ke kamar anak laki-laki yang terletak lantai dasar. Dengan sabar dan senyuman ibu Ayu menjelaskan kepada kami mengenai kondisi anak-anak di kamar itu. Lalu kami diajaknya menuju ke lantai atas untuk mengunjungi kamar anak perempuan, dan kembali menjelaskan kondisi anak-anak di kamar itu juga.
Pada saat kami berkunjung ada sekitar 36 anak di yayasan Sayap Ibu Bintaro, dengan usia 6 bulan s/d 20 tahun; mereka penyandang cacat: down syndrome, autis, hydrocephalus, microchepalus dan lain-lain.
Dengan keterbatasan dan kasih kami berusaha untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak di yayasan.
Sebelum kunjungan selesai, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama-sama; dan secara simbolik Ibu Muljani, sebagai wakil dari JCK menyerahkan bantuan JCK kepada Ibu Ayu, wakil dari Yayasan Sayap Ibu Bintaro.
Tidak lupa Ibu Muljani juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kehangatan yang diberikan untuk dapat berkunjung dan berbagi kasih dengan anak-anak di yayasan; dan juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi para pengurus dan perawatnya. Tuhan memberkati.
Mengingat kisah cerita anak-anak penghuni Sayap Ibu sungguh menyayat hati. Kebanyakan dari mereka diterlantarkan karena kecacatannya. Ada yang ditinggalkan di rumah sakit, dengan dalih ingin ke kamar kecil, orang tuanya pergi dan tidak kembali. Ada yang diturunkan dari taxi, lalu taxi melaju meninggalkannya sendirian. Ada yang dibuang di got & WC umum (mungkin ini juga yang membuatnya cacat karna kekurangan oksigen / kemasukan air). Ada yang di buang di rel kereta api oleh neneknya, yang belum dilihat ibunya, hanya karna malu mempunyai cucu sumbing. :(
Tidak tau apa yang ada dipikiran mereka sehingga mereka tega melakukan semua itu, tetapi bukan hak kita untuk menghakimi, karna kita tidak tau apa yang sesungguhnya terjadi & kita tidak berada dalam posisi mereka.
Tugas kita adalah apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak ini dan meringankan beban orang-orang yang terpanggil untuk mengurus & merawatnya.. untuk membuat mereka semua tetap dapat tersenyum :)
Untuk para partisipan & donatur yg sudah menyisihkan berkatnya & mempercayakan JCK sbagai wadah untuk menyalurkan kasihnya.. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.. Kiranya Bapa disurga membalas smua kebaikan kalian.
Tidak seperti yayasan Sayap Ibu Barito, yang pernah JCK kunjungi pada September 2012, yayasan Sayap Ibu Bintaro ini khusus untuk menampung anak-anak penyandang cacat yang terlantar.
Kunjungan JCK ke Yayasan Sayap Ibu Barito
Sekilas tentang Yayasan Sayap Ibu Bintaro.
Yayasan Sayap Ibu - Video News Release from CommPR@SGU on Vimeo.
Kunjungan JCK ke Yayasan Sayap Ibu Bintaro
Seperti biasa kami berkumpul di rumah Mr. Benny, walo beliau sedang brada di luar negeri untuk berobat, tapi tidak merubah kebiasaan kami untuk tetap menggunakan rumahnya sebagai tempat kebrangkatan dalam melaksanakan kegiatan sosial JCK.
Dengan 27 partisipan kami brangkat menggunakan bus sekitar jam 8 pagi yang diawali dengan doa oleh Irvan. Namun perjalanan harus tertunda kurang lebih 1 jam karena bus yang kami gunakan mogok, tidak jauh dari lokasi kebrangkatan dan harus menunggu bus pengganti; tapi situasi itu tidak mengganggu sukacita kami, dan kami menikmati keadaan itu dengan berfoto-foto ria di jalan komplek perumahan.. :D
Kami tiba di yayasan sekitar jam 10 kurang yang disambut dengan hangat oleh ibu Ayu dan beberapa anak-anak yayasan beserta pengurus/perawatnya.
Ibu Ayu membawa kami ke kamar anak laki-laki yang terletak lantai dasar. Dengan sabar dan senyuman ibu Ayu menjelaskan kepada kami mengenai kondisi anak-anak di kamar itu. Lalu kami diajaknya menuju ke lantai atas untuk mengunjungi kamar anak perempuan, dan kembali menjelaskan kondisi anak-anak di kamar itu juga.
Pada saat kami berkunjung ada sekitar 36 anak di yayasan Sayap Ibu Bintaro, dengan usia 6 bulan s/d 20 tahun; mereka penyandang cacat: down syndrome, autis, hydrocephalus, microchepalus dan lain-lain.
Dengan keterbatasan dan kasih kami berusaha untuk dapat berinteraksi dengan anak-anak di yayasan.
Sebelum kunjungan selesai, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama-sama; dan secara simbolik Ibu Muljani, sebagai wakil dari JCK menyerahkan bantuan JCK kepada Ibu Ayu, wakil dari Yayasan Sayap Ibu Bintaro.
Tidak lupa Ibu Muljani juga mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan kehangatan yang diberikan untuk dapat berkunjung dan berbagi kasih dengan anak-anak di yayasan; dan juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi para pengurus dan perawatnya. Tuhan memberkati.
Mengingat kisah cerita anak-anak penghuni Sayap Ibu sungguh menyayat hati. Kebanyakan dari mereka diterlantarkan karena kecacatannya. Ada yang ditinggalkan di rumah sakit, dengan dalih ingin ke kamar kecil, orang tuanya pergi dan tidak kembali. Ada yang diturunkan dari taxi, lalu taxi melaju meninggalkannya sendirian. Ada yang dibuang di got & WC umum (mungkin ini juga yang membuatnya cacat karna kekurangan oksigen / kemasukan air). Ada yang di buang di rel kereta api oleh neneknya, yang belum dilihat ibunya, hanya karna malu mempunyai cucu sumbing. :(
Tidak tau apa yang ada dipikiran mereka sehingga mereka tega melakukan semua itu, tetapi bukan hak kita untuk menghakimi, karna kita tidak tau apa yang sesungguhnya terjadi & kita tidak berada dalam posisi mereka.
Tugas kita adalah apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak-anak ini dan meringankan beban orang-orang yang terpanggil untuk mengurus & merawatnya.. untuk membuat mereka semua tetap dapat tersenyum :)
Untuk para partisipan & donatur yg sudah menyisihkan berkatnya & mempercayakan JCK sbagai wadah untuk menyalurkan kasihnya.. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.. Kiranya Bapa disurga membalas smua kebaikan kalian.
Friday, June 7, 2013
JCK: Panti Wherda Caritas
Pada tanggal 13 Mei 2013, hari Sabtu, JCK mengadakan kunjungan ke panti wherda Caritas Bekasi. Ini adalah kali pertama JCK mengunjungi panti wherda.
Sekilas mengenai Panti Wherda Caritas
Panti wherda yang beralamat di Perum Wisma Jaya, Jl. Kusuma Utara No. 5. Bekasi ini dihuni oleh 42 oma & 2 opa ini, terlihat cukup
asri dengan sirkulasi udara & sinar matahari yang cukup, namun
karena sedang ada kegiatan pembangunan, ke asrian-nya agak terganggu.
Kunjungan JCK ke Panti Wherda Caritas
Sperti biasanya kami berkumpul di rumah Mr. Benny Gozali; sekitar jam 7.30an pagi. kami brangkat menuju ke Bekasi, dengan mengunakan bus kecil cukup untuk 30 orang. Tidak lupa kami memanjatkan doa untuk keselamatan perjalanan ini yang dipimpin oleh Refonsa.
Kami tiba sekitar jam 9 kurang, terlihat di pekarangan banyak bahan bangunan, panti ini sedang melakukan renovasi, membangun tingkat 2 untuk menyimpat bahan pokok dan lain-lainnya, agar terhindar dari banjir.
Kami langsung menuju ke aula dimana oma-oma & opa-opa sudah duduk dengan rapi menyambut kedatangan kami. Acara dibuka oleh ibu pemimpin panti, dilanjutkan dengan perkenalan diri JCK yang diwakili oleh Ms. Muljani Gozali.
Generasi muda JCK menghibur oma-opa dengan menyanyikan beberapa lagu dan permainan biola oleh Rachel.
Hari kunjungan ini, bertepatan dengan hari ulang tahun salah satu generasi muda JCK yaitu Refonsa, kami merayakannya bersama dengan oma-oma yang berulang tahun pada bulan Mei dengan 2 Rainbow cake; kami menyanyikan lagu ulang tahun, potong kue & menikmati kue tersebut bersama-sama.
Sambil menunggu pembagian kue, salah satu oma meminta mix dan menyanyikan lagu rohani, menggerakan oma-oma yang lainnya untuk ikut ambil bagian menyumbangkan suaranya; kami sangat terhibur dengan suara & semangat mereka.
Salah satu oma begitu memiliki semangat yang luar biasa.. beliau maju kedepan, melantunkan lagu-lagu rohani, diiringin dengan gerakan-gerakan tubuhnya; salah satu oma memberitahukan kepada kami bahwa oma tersebut berusia sekitar 90 tahun.. WOW.. :) Selain bernyanyi, beliau juga memberi kesaksian kenapa bisa berada di panti jompo ini. Terlihat sekali bahwa sukacita menyelimuti hatinya.
Disela-sela lantunan lagu-lagu, kami mambagikan scaf untuk oma-opa sebagai kenang-kenangan.
Tidak hanya oma-oma yang bercengkraman dengan mix, pengurus-pengurus pantipun tidak mau ketinggalan dan ikut meramaikan suasana dengan berdangdut ria; diramaikan dengan partisipasinya salah satu members JCK, pencinta dangdut Irvan :)
Sebelum mengakhiri kunjungan, tidak lupa kami berfoto bersama-sama; kemuadian membagikan makan siang & membantu oma-opa yang memerlukan bantuan. Suasana terasa begitu hangat dan penuh kasih.
Kepada ibu panti, kami memberikan sumbangan kebutuhan yang diperlukan oleh panti berupa bahan pokok, vitamin, telur dll.
Kami berharap kunjungan ini dapat menghibur & memberi kenangan, baik untuk oma opa juga untuk pengurus panti dan kami sendiri. Semoga dimasa akan datang kami memiliki kesempatan untuk dapat berkunjung kembali.
Terima kasih untuk para partisipan dan donatur yang telah menyisihkan
berkatnya & mempercayakan JCK sbagai wadah untuk menyalurkan
kasihnya.. kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya..
Kiranya Bapa disurga membalas smua kebaikan kalian.
Subscribe to:
Posts (Atom)